SENTANI, HarianTerbaruPapua.com – Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang menegaskan pentingnya kepemimpinan Komandan Batalyon dalam menentukan keberhasilan satuan. Hal itu disampaikan saat serah terima jabatan Komandan Yonif 751/Vira Jaya Sakti di Sentani, Rabu (12/8/2026).
Dalam serah terima tersebut, Letkol Inf Erwan Harliantoro menyerahkan jabatan kepada Letkol Inf Elson Dwi Septianta. Pangdam meminta Danyon baru segera menyesuaikan diri dan fokus menjalankan tugas serta tanggung jawab yang diberikan.
Menurut Febriel, Komandan Batalyon memiliki peran strategis dalam membangun karakter dan kinerja satuan karena kepemimpinannya sangat menentukan arah satuan.
“Fokuslah dengan tugas dan jabatan yang sedang kamu emban. Itu yang akan mengantar ke jabatan atau jenjang berikutnya,” tegasnya.
Pangdam juga mengapresiasi kinerja Letkol Inf Erwan Harliantoro selama hampir tiga tahun memimpin Yonif 751. Dalam masa kepemimpinannya, Yonif 751 melaksanakan dua kali penugasan di Papua, yakni di Kabupaten Puncak dengan 250 personel dan Pegunungan Bintang dengan sekitar 450 personel.
Dari dua penugasan tersebut, sekitar 700 prajurit dapat kembali dalam kondisi lengkap dan satuan mencatat sejumlah keberhasilan.
Pangdam meminta seluruh prajurit Yonif 751 memberikan dukungan penuh kepada komandan baru serta terus menjaga sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Jayapura.
Sementara itu, Hampir tiga tahun memimpin Batalyon Infanteri 751/Vira Jaya Sakti (Yonif 751/VJS), Komandan Batalyon (Danyon) lama Letkol Inf Erwan Harliantoro mencatat sejumlah pengalaman penting dalam pelaksanaan tugas, termasuk memimpin dua kali penugasan di wilayah Papua dengan total sekitar 700 personel.
Dalam keterangannya usai serah terima jabatan, Danyon lama menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk wartawan, yang selama masa kepemimpinannya turut mendukung tugas Kodam XVII/Cenderawasih, khususnya dalam aspek pengamanan dan pembangunan di Papua.
“Selama kami menjabat kurang lebih tiga tahun ini, kita bisa mendukung Kodam XVII/Cenderawasih, khususnya kaitan pengamanan dan pembangunan di Papua,” ujarnya.
Ia mengatakan, selama masa kepemimpinannya, dirinya telah dua kali melaksanakan penugasan di wilayah Papua. Penugasan pertama berlangsung di Kabupaten Puncak dengan membawa 250 personel.
“Yang pertama di Kabupaten Puncak, saya membawa 250 orang lengkap, pulang kembali lengkap,” katanya.
Penugasan kedua dilaksanakan di Kabupaten Pegunungan Bintang dengan kekuatan yang lebih besar, yakni sekitar 450 personel.
“Yang kedua kemarin di Kabupaten Bintang, membawa 450 orang kembali lengkap, dan mendapat beberapa keberhasilan,” ungkapnya.
Dengan demikian, dalam dua kali penugasan tersebut, sekitar 700 prajurit yang dipimpinnya dapat kembali dalam kondisi lengkap.
Ia juga menitipkan pesan kepada pejabat Danyonif 751/VJS yang baru agar terus fokus dalam melaksanakan setiap tugas yang diberikan oleh Kodam XVII/Cenderawasih.
“Yang lama senantiasa fokus dalam penugasan, dukung terus kegiatan pembangunan di Papua. Intinya, semua tugas yang diberikan oleh Kodam XVII/Cenderawasih harus dilaksanakan dengan optimal,” pesannya.
Masa kepemimpinan hampir tiga tahun tersebut juga disebut sebagai salah satu masa jabatan terlama seorang komandan batalyon. Selain itu, dirinya mencatat pengalaman memimpin dua kali penugasan secara berturut-turut di wilayah Papua.
“Ya, tiga tahun. Paling lama, komandan batalyon paling lama dalam sejarah. Dan membawa dua kali penugasan secara berturut-turut,” ujarnya. (Cornelia)






















































































