MIMIKA, HarianTerbaruPapua.com — Sebuah insiden kecelakaan kerja tragis terjadi di Diana Mart, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Otomona, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Minggu (27/7/2025). Seorang teknisi bernama Ari Murianto, asal Jawa Barat, dilaporkan meninggal dunia setelah diduga tersengat listrik saat memperbaiki pompa air di atap bangunan toko swalayan tersebut.
Peristiwa memilukan ini terjadi sekitar siang hari, saat korban bersama rekannya, Bahri, melakukan perbaikan pompa air yang mengalami gangguan. Berdasarkan keterangan Bahri kepada pihak kepolisian, korban sempat memintanya untuk mengaktifkan limit meteran listrik saat ia sedang berada di atap. Tak berselang lama setelah listrik kembali menyala, Bahri mendengar suara teriakan minta tolong dari atas bangunan.
Ketika dicek, Ari sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri, diduga kuat akibat sengatan listrik.
Kasihumas Polres Mimika, Iptu Hempy Ona, menjelaskan bahwa tim dari Pemadam Kebakaran Kabupaten Mimika segera tiba di lokasi setelah menerima laporan, dan langsung melakukan evakuasi terhadap korban dari atap bangunan.
“Korban langsung dibawa ke RSUD Kabupaten Mimika. Sayangnya, sesampainya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia oleh dokter jaga,” terang Iptu Hempy dalam keterangan resminya.
Saat ini, jenazah Ari disemayamkan di ruang jenazah RSUD sambil menunggu proses pemulangan ke kampung halamannya di Jawa Barat.
Sementara itu, rekan kerja korban yang juga menjadi saksi kejadian, Bahri, hingga kini masih dalam penanganan medis akibat mengalami shock berat. Ia berada di lokasi saat insiden terjadi dan disebut sangat terpukul oleh kejadian yang menimpa koleganya tersebut.
Dari hasil pemeriksaan awal, pihak kepolisian menduga insiden terjadi karena kelalaian teknis, termasuk tidak adanya prosedur keselamatan kerja yang memadai saat proses perbaikan pompa dilakukan.
“Kami merekomendasikan agar pihak perusahaan segera memenuhi hak-hak korban dan membuka komunikasi yang baik dengan keluarga. Koordinasi dengan instansi terkait, termasuk Dinas Ketenagakerjaan, akan dilakukan untuk mendalami unsur kelalaian yang terjadi,” jelas Iptu Hempy.
Pihak manajemen Diana Mart dilaporkan sedang melakukan upaya untuk menghubungi keluarga korban dan mengatur proses pemulangan jenazah. Mereka juga menyatakan turut berduka dan berkomitmen bekerja sama penuh dalam proses penyelidikan.
Insiden ini menjadi sorotan masyarakat mengingat lokasi kejadian berada di kawasan padat aktivitas. Sejumlah warga sempat berkumpul di sekitar lokasi saat proses evakuasi berlangsung.
Menanggapi ramainya perhatian publik, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait penyebab kejadian dan menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak berwenang.
“Kami minta masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Saat ini, proses pendalaman masih berlangsung,” tegas Kasihumas Polres Mimika.
(Redaksi – Harian Terbaru Papua)
































































































