JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Sebanyak 20 UMKM unggulan Papua berhasil membukukan transaksi senilai Rp2,21 miliar dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2025 yang digelar 7–10 Agustus di Jakarta International Convention Center (JICC).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua, Faturachman, mengatakan capaian tersebut terdiri dari penjualan langsung maupun daring sebesar Rp1,95 miliar, serta Letter of Intent (LoI) penjualan ekspor kopi Papua senilai Rp260 juta.
“Ini merupakan pencapaian yang membanggakan, sekaligus menunjukkan daya saing produk Papua di pasar domestik maupun global,” ujarnya, Rabu (13/8/2025).
LoI kopi Papua ditandatangani oleh Koperasi Produsen Emas Hijau Papua dengan sejumlah pembeli internasional, mencakup total volume 1,5 ton green beans dan 80 kg roasted beans. Rinciannya meliputi:
- DBDC Roastery (Amerika Serikat) — 500 kg green beans
- Indonesian Trading House Guangzhou (Tiongkok) — 1 ton green beans
- Nudira Sumber Daya Indonesia untuk Altabaqat Alisshiya (Arab Saudi) — 400 pax roasted beans
KKI 2025 dihadiri 152.458 pengunjung, dengan 15.552 hadir langsung dan 136.906 mengikuti secara daring melalui berbagai kanal BI. Capaian tahun ini meningkat signifikan dibandingkan KKI 2024 yang membukukan transaksi Rp973 juta.

Produk unggulan yang dipamerkan mencakup kopi, kriya, dan kuliner khas Papua. Seluruhnya mengusung konsep keberlanjutan, kearifan lokal, serta standar kualitas tinggi, didukung desain inovatif, kemasan modern, dan narasi produk yang kuat. Keterlibatan komunitas lokal dalam proses produksi juga menjadi nilai tambah yang diapresiasi pembeli mancanegara.
Faturachman menegaskan, Bank Indonesia akan terus memperluas pasar UMKM Papua, meningkatkan kapasitas produksi, dan memfasilitasi penetrasi pasar ekspor.
“Kedepan, KPw BI Papua akan menindaklanjuti capaian ini dengan pendampingan intensif, business matching, dan kolaborasi lintas lembaga, sehingga UMKM mampu menjadi motor penggerak ekonomi Papua yang tangguh dan berdaya saing global,” pungkasnya.
(Redaksi – Harian Terbaru Papua)































































































