MIMIKA, HarianTerbaruPapua.com – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, warga Kampung Nawaripi di Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, menunjukkan semangat nasionalisme yang luar biasa dengan menggelar aksi patriotik berupa pengibaran 3.000 bendera Merah Putih.
Kampung yang dikenal dengan julukan “Kampung Merah Putih” ini sejak awal Agustus telah dihiasi lautan bendera, membentang sepanjang tiga kilometer dari wilayah Anggrek hingga Mile 21. Aksi ini menjadi salah satu perayaan HUT RI paling semarak di wilayah Papua Tengah.
Pantauan di lapangan pada Selasa (05/8/2025) menunjukkan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, termasuk warga asli Mimika. Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun, memimpin langsung prosesi pemasangan bendera bersama warga, sebagai simbol cinta tanah air dan penghormatan kepada para pejuang kemerdekaan.
“Setiap tahun, semangat Merah Putih kami kobarkan dari Nawaripi untuk Indonesia. Kampung ini dibungkus oleh merah putih—sebuah semangat nasionalisme yang murni,” ujar Norman.
Lebih lanjut, Norman menuturkan bahwa semangat perjuangan telah mengakar kuat di Kampung Nawaripi. Ia menyebut dua putra terbaik kampung tersebut, Yohanes Aikawe dan Leo Urmami, sebagai pahlawan lokal yang turut berjuang dalam operasi Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat) pada tahun 1969.
“Mereka berjasa besar membantu TNI dalam mengusir penjajah Belanda dari bumi Papua. Atas pengabdian tersebut, keduanya mendapat penghargaan langsung dari Presiden Soeharto,” jelas Norman dengan bangga.
Tidak hanya pengibaran bendera, rangkaian peringatan HUT ke-80 RI di Nawaripi juga diramaikan oleh berbagai perlombaan tradisional dan olahraga seperti renang dan bola voli. Seluruh kegiatan dipusatkan di kawasan Wisata Merah Putih Mile 21, yang telah disulap menjadi titik konsentrasi kegiatan warga.
Panitia pelaksana telah mulai bekerja sejak akhir Juli. Persiapan terus dilakukan, termasuk koordinasi antar RT, pemasangan umbul-umbul, pengecatan gapura, serta dekorasi jalan kampung.
“Saya sudah instruksikan semua RT agar memasang bendera Merah Putih di depan rumah masing-masing. Kita ingin Nawaripi benar-benar menjadi contoh kampung nasionalis di Papua,” imbuh Norman.
Aksi warga Kampung Nawaripi ini mendapat apresiasi luas dari masyarakat dan pemerintah daerah. Tidak sedikit warga dari kampung sekitar yang datang untuk menyaksikan langsung hamparan bendera Merah Putih yang berkibar megah di sepanjang jalan.
Kemeriahan ini juga menjadi bukti bahwa nilai-nilai kebangsaan tetap hidup dan tumbuh subur di Tanah Papua, bahkan dalam konteks masyarakat kampung. Semangat gotong royong dan nasionalisme terlihat jelas dalam setiap persiapan dan pelaksanaan kegiatan.
Dengan semangat “Merah Putih dari Timur”, Kampung Nawaripi tidak hanya memperingati kemerdekaan secara seremonial, tetapi juga meneguhkan identitasnya sebagai bagian tak terpisahkan dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.
(Redaksi – Harian Terbaru Papua)































































































