SENTANI, HarianTerbaruPapua.com – Suasana duka menyelimuti Komando Operasi Udara III Pangkalan TNI Angkatan Udara Silas Papare, Sentani, Jumat (3/7/2026), saat jenazah pilot pesawat AMA Air PK-RCY, Nicholas Francis Gosselin, tiba di Jayapura setelah menjadi korban penembakan di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Jenazah pilot asal Amerika Serikat kelahiran 1996 itu disambut oleh Uskup Jayapura, Mgr. Yanuarius Theofilus Matopai You, Direktur AMA Bob Kayudi, serta keluarga besar Associated Mission Aviation (AMA). Usai prosesi penyerahan dari TNI AU kepada pihak AMA, jenazah kemudian dibawa ke kantor AMA di Jalan Bandara Sentani. Suasana haru semakin terasa ketika salah seorang rekan pilot memberikan penghormatan terakhir dengan memainkan alat musik bagpipe khas Skotlandia.
Nicholas menjadi korban penembakan yang diduga dilakukan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) di Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Kamis (2/7/2026). Selain menewaskan sang pilot, insiden tersebut juga mengakibatkan pesawat Cessna milik AMA dibakar.
Uskup Jayapura Mgr. Yanuarius mengecam keras aksi kekerasan tersebut. Menurutnya, AMA selama puluhan tahun hadir di Tanah Papua semata-mata untuk menjalankan misi kemanusiaan dan pelayanan, sehingga penyerangan terhadap pilot maupun pesawat tidak dapat dibenarkan.
“AMA itu salah apa? Pelayanan AMA apa dosanya sehingga harus dibalas dengan kejahatan seperti ini. Ini seperti air susu dibalas dengan air tuba,” ujar Uskup.
Sebagai Komisaris AMA, Uskup menegaskan bahwa maskapai tersebut memegang teguh prinsip netralitas. Ia memastikan AMA tidak pernah mengangkut personel TNI, Polri, maupun anggota TPNPB dalam setiap penerbangannya.
“Kami berkomitmen tidak membawa atau mengangkut anggota TNI atau Polri, dan juga TPNPB. Karena itu saya meminta jangan ada pihak yang mempolitisasi penerbangan AMA di Tanah Papua,” tegasnya.
Ia menjelaskan, pesawat-pesawat AMA selama ini menjadi urat nadi transportasi bagi masyarakat di wilayah pedalaman Papua. Selain melayani kebutuhan gereja, AMA juga menghubungkan masyarakat dengan akses pendidikan, pelayanan kesehatan, hingga aktivitas ekonomi.

Sementara itu, Direktur AMA Bob Kayudi mengaku sangat kehilangan atas wafatnya Nicholas Gosselin yang telah mengabdi sebagai pilot AMA selama tiga tahun. Ia berharap peristiwa tragis tersebut menjadi yang terakhir dan para pelaku mendapat kesadaran untuk menghentikan aksi kekerasan.
“Kami berdoa agar mereka yang melakukan perbuatan ini mendapat tuntunan Roh Kudus dan bertobat,” katanya.
Bob juga memastikan seluruh operasional penerbangan AMA, termasuk rute menuju Kampung Balinggama yang telah dilayani sejak 2023, selalu dijalankan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan mengedepankan misi pelayanan kemanusiaan bagi masyarakat pedalaman Papua. (Cornelia)






















































































