JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Duka mendalam menyelimuti dunia penerbangan perintis di Papua setelah pilot pesawat PT Asian Mission Aviation (AMA), Nicholas F. Goselin alias Mark, meninggal dunia dalam insiden penembakan dan pembakaran pesawat PK-RCY yang dilakukan oleh kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Lapangan Terbang Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (2/7/2026).
Mewakili Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, Kasdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Haryantana, menyampaikan belasungkawa saat prosesi penyerahan dan ibadah pelepasan jenazah di Base Ops Lanud Silas Papare, Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (3/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Kasdam menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kepergian pilot yang selama ini mengabdikan diri melayani masyarakat di wilayah pedalaman Papua melalui penerbangan kemanusiaan.
“Atas nama pribadi, keluarga besar Kodam XVII/Cenderawasih, dan seluruh prajurit, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya pilot pesawat PT AMA dalam peristiwa ini. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan menghadapi cobaan ini,” ujar Brigjen TNI Haryantana.
Sementara itu, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, menjelaskan bahwa proses evakuasi jenazah sempat tertunda akibat kondisi cuaca ekstrem di wilayah pegunungan Yahukimo.
Menurutnya, operasi evakuasi sejatinya telah direncanakan sejak Kamis, namun baru dapat dilaksanakan pada Jumat pagi sekitar pukul 08.00 WIT menggunakan alutsista TNI. Jenazah kemudian berhasil dievakuasi ke Timika dan tiba sekitar pukul 11.35 WIT sebelum dibawa ke Rumah Sakit Tingkat IV Timika untuk penanganan medis awal.
“Saya turut berduka cita atas meninggalnya almarhum yang sedang menjalankan tugas mulia memberikan pelayanan transportasi kepada masyarakat di Balinggama,” kata Letjen TNI Lucky.
Pangkogabwilhan III juga menambahkan, keberhasilan membawa pulang jenazah pilot merupakan prioritas utama dalam operasi perlindungan cepat dan evakuasi taktis yang dilaksanakan TNI bersama unsur terkait.
Dalam kesempatan yang sama, Administrator Apostolik Keuskupan Jayapura, Mgr. Yanuarius, menyebut insiden tersebut sebagai tragedi kemanusiaan yang sangat menyedihkan bagi Gereja Katolik dan keluarga besar Asian Mission Aviation (AMA).
Menurutnya, selama lebih dari enam dekade AMA hadir di Papua untuk melayani masyarakat pedalaman melalui transportasi udara yang mendukung pelayanan gereja, pendidikan, kesehatan, sosial, hingga pembangunan masyarakat di daerah terpencil.
“Kami sangat terpukul. Selama ini kami menghadapi risiko kecelakaan akibat cuaca atau faktor teknis, tetapi kejadian karena tindakan kejahatan manusia seperti ini sangat sulit kami terima. Ini adalah tindakan yang biadab dan tidak berperikemanusiaan,” ungkap Mgr. Yanuarius.
Ia juga menegaskan bahwa AMA merupakan lembaga yang sepenuhnya menjalankan misi kemanusiaan dan tidak pernah terlibat dalam aktivitas militer sebagaimana tuduhan yang beredar di media sosial.
“Kami berkomitmen penuh pada misi kemanusiaan. Tidak pernah ada kepentingan politik ataupun militer dalam pelayanan AMA. Tuduhan bahwa pesawat kami membawa amunisi atau aparat keamanan tidak benar sama sekali,” tegasnya.
Peristiwa ini menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga korban dan PT Asian Mission Aviation, tetapi juga bagi masyarakat Papua yang selama ini bergantung pada layanan penerbangan perintis untuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil.
Turut hadir Marsda TNI Ir. Joko Sugeng Sriyanto (Kaskogabwilhan III), Mayjen TNI (Mar) Sugianto, (Dankodaeral X), Brigjen TNI Patar Mospa Natanael Sitorus (Asops Kaskogabwilhan III), Brigjen TNI Bangun Manahan Laurensus (Asintel Kogabwilhan III), Brigjen TNI Joko Widodo (Aspers Kogabwilhan III), Laksma TNI Al Imran (Inspektur Kogabwilhan III), Marsma TNI Mokh. Mukhson, (Danlanud Silas Papare), Brigjen TNI Sapto Widhi Nugroho (Irdam XVII/Cen), Brigjen TNI Sukamdi, (Kapoksahli Pangdam XVII/Cen), Bpk. Bob Kayadu (Direktur PT. AMA), Capt. Dharma (Pilot PT. AMA), Yanuarius Teofilus Matopai You (Uskup Jayapura). (Rilis)






















































































