JAKARTA, HarianTerbaruPapua.com – Ikatan Pilot Indonesia (IPI) menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mengecam keras insiden yang menimpa pesawat PK-RCY di Papua.
Organisasi profesi pilot tersebut menilai peristiwa yang merenggut nyawa seorang pilot itu menjadi bukti bahwa ancaman terhadap keselamatan penerbangan sipil di Papua masih sangat nyata dan membutuhkan perhatian serius dari seluruh pemangku kepentingan.
Dalam pernyataan resminya yang diterbitkan di Jakarta, Sabtu (4/7/2026). IPI menyebut insiden pesawat PK-RCY merupakan kejadian kedua sepanjang tahun 2026 yang secara langsung mengakibatkan meninggalnya seorang pilot serta membahayakan awak pesawat, penumpang, dan operasional penerbangan sipil. Berulangnya insiden serupa dalam kurun waktu yang sama dinilai menunjukkan perlunya langkah konkret untuk memperkuat sistem keamanan penerbangan di wilayah Papua.
IPI menegaskan bahwa setiap bentuk penyerangan, intimidasi, kekerasan, perusakan, maupun pembakaran terhadap pesawat sipil dan personel penerbangan merupakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi. Selain mengancam keselamatan jiwa manusia, aksi tersebut juga mengganggu layanan transportasi udara yang menjadi sarana vital bagi mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta pelayanan kesehatan di berbagai daerah di Papua.
Organisasi tersebut juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan insiden, termasuk operator penerbangan, aparat keamanan, petugas lapangan, serta berbagai pihak yang memberikan dukungan dan informasi selama proses penanganan berlangsung.
Ke depan, IPI menyatakan akan terus berkoordinasi dengan regulator, operator penerbangan, aparat keamanan, pemerintah, serta International Federation of Air Line Pilots’ Associations (IFALPA) guna mendorong penguatan sistem keamanan penerbangan sipil, khususnya di Papua.
Ketua Ikatan Pilot Indonesia, Capt. Muammar Reza Nugraha, menegaskan bahwa pilot dan awak pesawat sipil menjalankan tugas untuk melayani masyarakat sehingga tidak boleh menjadi sasaran ancaman maupun kekerasan dalam bentuk apa pun. Menurutnya, keselamatan dan keamanan penerbangan sipil harus menjadi prioritas bersama agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang. (Cornelia)






















































































