JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Menjelang pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Papua Tahun 2026, kafilah dari berbagai kabupaten mulai berdatangan di Kabupaten Jayapura. Panitia melalui Seksi Angkutan dan Transportasi telah menyiapkan layanan penjemputan di sejumlah titik kedatangan, baik melalui jalur udara maupun laut, untuk memastikan seluruh peserta tiba dengan aman, nyaman, dan tepat waktu.
Pada hari kedua pelaksanaan penjemputan, panitia melayani kedatangan kafilah dari Kabupaten Biak Numfor dan Kabupaten Waropen. Sebanyak 25 orang kafilah asal Biak Numfor tiba menggunakan pesawat Hercules sekitar pukul 12.00 WIT pada Minggu (12/7/2026), sementara kafilah Kabupaten Waropen dijemput di Pelabuhan Jayapura setelah KM Dobonsolo sandar sekitar pukul 13.00 WIT.
Panitia menyiapkan armada bus di Pelabuhan Jayapura untuk mengantar kafilah yang tiba melalui jalur laut menuju lokasi penginapan yang telah disiapkan di kawasan Sentani, Kabupaten Jayapura. Sebelumnya, kafilah Kabupaten Mamberamo Raya telah lebih dahulu tiba di Sentani, sedangkan kafilah Kabupaten Sarmi dijadwalkan bertolak menuju Kabupaten Jayapura pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 10.00 WIT. Adapun kafilah Kabupaten Biak Numfor tiba secara bertahap pada 12–13 Juli menggunakan pesawat Hercules.
Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura, yang bertugas pada Seksi Angkutan Panitia MTQ XXXI ini, Suciati Damik, mengatakan bahwa tugas utama seksi transportasi adalah memberikan pelayanan antar-jemput bagi seluruh kafilah selama pelaksanaan MTQ, mulai dari lokasi penginapan menuju arena perlombaan sesuai jadwal yang telah ditetapkan panitia.
“Kami bekerja berdasarkan jadwal perlombaan masing-masing kafilah, sehingga tidak ada prioritas tertentu. Pelayanan transportasi kami khusus diperuntukkan bagi para kafilah dan sementara tidak melayani pihak lainnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seluruh layanan transportasi disesuaikan dengan jadwal kedatangan masing-masing kafilah. Meski demikian, terdapat beberapa daerah yang tiba lebih awal dari jadwal yang telah ditetapkan, sehingga panitia melakukan penyesuaian dalam proses penjemputan.
Menurut Suciati, penjemputan dilakukan di dua titik utama, yakni bandar udara khsuusnya Pangkalan TNI Angkatan Udara bagi kafilah yang menggunakan pesawat Hercules dan Pelabuhan Jayapura bagi kafilah yang datang melalui jalur laut.
“Sebagian kafilah datang menggunakan pesawat Hercules melalui pangkalan udara, sementara dari Kabupaten Kepulauan Yapen menggunakan kapal laut. Karena itu, kami menyiapkan layanan penjemputan di dua titik, yaitu di Pangkalan TNI Angkatan Udara dan Pelabuhan Jayapura,” jelasnya.
Untuk mendukung kelancaran mobilitas peserta, Seksi Angkutan dan Transportasi melibatkan 10 personel Dinas Perhubungan serta mengoperasikan tiga unit bus berkapasitas 27 tempat duduk per unit. Armada tersebut akan melayani mobilitas sekitar 252 orang kafilah yang berasal dari tujuh kabupaten dan kota peserta MTQ XXXI Tingkat Provinsi Papua.
Suciati mengakui bahwa jumlah armada yang tersedia masih terbatas. Namun, pihaknya optimistis pelayanan transportasi dapat berjalan optimal melalui pengaturan jadwal yang terkoordinasi dengan seluruh bidang kepanitiaan.
“Insyaallah, meskipun armada yang kami miliki masih terbatas, kami optimistis dapat memberikan pelayanan terbaik dan turut menyukseskan pelaksanaan MTQ XXXI Tingkat Provinsi Papua. Kami juga berharap dukungan dan sinergi dari seluruh seksi kepanitiaan agar pelayanan transportasi dapat berjalan lancar dan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung sukses,” pungkasnya.
MTQ XXXI Tingkat Provinsi Papua dijadwalkan berlangsung di Kabupaten Jayapura pada 13–18 Juli 2026 dan akan diikuti kafilah dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Papua. Pemerintah Kabupaten Jayapura dalam penyelenggaraan bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi Papua dan Kabupaten Jayapura, Pemerintah Provinsi Papua dan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Papua, juga Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jayapura, terus mematangkan berbagai persiapan, mulai dari transportasi, akomodasi, keamanan, hingga pelayanan peserta guna menyukseskan pelaksanaan ajang syiar Islam tingkat provinsi tersebut. (Rilis)





















































































