MAMBERAMO RAYA, HarianTerbaruPapua.com — Dalam momentum peringatan Hari Anak Nasional, Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3P2KB) secara resmi meluncurkan program nasional Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau GENTING di tingkat kabupaten. Kegiatan peluncuran yang dilangsungkan, Kamis (24/7/2025) itu turut dihadiri berbagai pihak, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lintas sektor, Plh Sekretaris Daerah Sukarno, Pabung Kodim 1712/Sarmi Mayor Musa Sieb, perwakilan Polres Mamberamo Raya, orang tua, hingga ratusan anak TK/PAUD dan pelajar SD-SMP.
Peluncuran GENTING menjadi penanda dimulainya upaya serius dan terstruktur Pemerintah Kabupaten Mamberamo Raya dalam menekan angka stunting melalui pendekatan partisipatif dan kolaboratif. Program ini bertujuan untuk menggalang peran serta orang tua asuh, kader kampung, tenaga kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat dalam mendampingi tumbuh kembang anak di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Mamberamo Raya, Robby W. Rumansara mengungkapkan bahwa sebelum launching resmi, DP3P2KB telah terlebih dahulu melakukan intervensi awal di wilayah Kaso dan Meso. Berdasarkan laporan Kepala DP3P2KB, Dorce Muabuai, sebanyak 34 anak telah mendapat penanganan awal sebagai bentuk pilot project.
“34 anak ini merupakan sebagian kecil yang diintervensi oleh dinas pemberdayaan perempuan di wilayah ibu kota kabupaten. Ini sebagai akumulasi sampel sementara, masih banyak anak-anak lain di kampung-kampung yang belum tersentuh,” jelas Muabuai.
Bupati Rumansara menegaskan bahwa upaya menurunkan angka stunting merupakan bagian dari tanggung jawab besar pemerintah daerah. Ia menyebut program GENTING sebagai bentuk implementasi langsung dari salah satu program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto, yakni Asta Cita.
“Program ini adalah bagian dari visi strategis nasional. Pemerintah daerah wajib menyukseskannya untuk memastikan anak-anak kita tumbuh sehat dan cerdas,” ujar Bupati.

Dalam penjelasan lebih lanjut, Kepala DP3P2KB Dorce Muabuai mengatakan bahwa pihaknya telah membentuk 180 tim pendamping keluarga yang tersebar di 60 kampung di seluruh wilayah Mamberamo Raya. Tiap tim terdiri dari tiga unsur utama: kader kampung, kader Posyandu, dan seorang bidan.
“Bidan memiliki peran krusial karena mereka bertugas melakukan pengukuran dan pemantauan pertumbuhan anak-anak langsung di lapangan,” tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan menurunkan angka stunting tidak bisa dilakukan secara sektoral semata, melainkan harus melibatkan kolaborasi lintas sektor.
“Kalau ingin angka stunting ini turun, maka perlu komitmen kuat dari lima belas OPD yang memiliki tanggung jawab menangani isu ini. Tanpa kolaborasi, hasilnya tidak akan maksimal,” tegas Muabuai.
Program GENTING di Mamberamo Raya akan dijalankan dengan pendekatan multisektoral yang melibatkan berbagai OPD, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, hingga Dinas Pekerjaan Umum. Setiap sektor memiliki peran masing-masing, mulai dari penyediaan infrastruktur sanitasi yang layak, akses pangan bergizi, hingga edukasi kepada orang tua mengenai pola asuh dan gizi anak.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Rumansara juga turut secara simbolis menyerahkan asupan gizi tambahan berupa susu dan telur kepada tiga anak yang terindikasi stunting hasil intervensi DP3P2KB. Penyerahan dilakukan bersama Plh Sekda, Pabung Kodim 1712/Sarmi, dan perwakilan Polres Mamberamo Raya.
DP3P2KB Mamberamo Raya menargetkan seluruh kampung di kabupaten tersebut akan tersentuh program GENTING dalam waktu dekat. Pemerintah daerah berharap bahwa program ini tidak hanya menurunkan angka stunting dalam jangka pendek, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat dan pemenuhan gizi sejak dini.
Bupati Rumansara menutup sambutannya dengan menyerukan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk tidak hanya menjadikan program ini sebagai rutinitas administratif semata.
“Ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah langkah konkrit menyelamatkan masa depan generasi Mamberamo Raya. Anak-anak kita harus sehat, kuat, dan siap bersaing di masa depan,” tutupnya.
(Wersay – Harian Terbaru Papua)































































































