SENTANI, HarianTerbaruPapua.com – Kapolres Jayapura, AKBP Dionisius V.D.P. Helan, membenarkan bahwa dua personel Polsek Kaureh, masing-masing Aiptu J dan Brigadir S, telah diamankan di Polres Jayapura untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan penembakan terhadap seorang warga yang terjadi pada Sabtu, 27 Juni 2026.
“Keduanya diamankan di Polres Jayapura sesuai petunjuk Kabid Propam Polda Papua untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan penembakan terhadap seorang warga,” ujar Kapolres saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (30/6/2026).
Kapolres menjelaskan, peristiwa tersebut bermula ketika personel Polsek Kaureh memediasi kasus dugaan pencurian di kios Puskesmas Kaureh. Dalam mediasi itu, polisi menghadirkan kedua belah pihak, yakni korban dan terduga pelaku, guna mencari penyelesaian secara damai.
Mediasi berlangsung sekitar pukul 12.25 WIT. Namun, di tengah proses tersebut, seorang warga diduga melakukan pengrusakan dengan memukul kaca Mapolsek Kaureh. Meski sempat dilerai, warga tersebut kemudian pulang ke rumah untuk mengambil sebilah parang.
“Setelah kembali, yang bersangkutan sempat berdebat dan diduga berupaya menyerang anggota Polsek. Dalam situasi itu, anggota mengambil tindakan tegas dan terukur dengan menembakkan peluru karet yang mengenai paha kanan korban,” jelas Kapolres.
Usai kejadian, korban segera dievakuasi ke Puskesmas Kaureh untuk mendapatkan penanganan medis. Atas petunjuk Kapolda Papua, korban kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara.
Kapolres mengaku sangat menyayangkan insiden tersebut hingga berujung pada penembakan terhadap seorang warga.
“Saya sebagai Kapolres Jayapura sangat menyayangkan keributan yang berakhir dengan penembakan terhadap seorang warga,” katanya.
Setelah peristiwa itu terjadi, Kapolres bersama Kabag Ops dan Kasat Intelkam langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat dan tokoh adat guna menjaga situasi keamanan tetap kondusif.
Menurutnya, upaya tersebut juga mendapat dukungan dari personel Batalyon dan Koramil yang turut membantu meredam situasi sehingga tidak berkembang menjadi gangguan keamanan yang lebih luas.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Mengenai kondisi korban, Kapolres memastikan bahwa hingga kini korban masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara dan dalam kondisi stabil.
“Hasil pemeriksaan dan tindakan operasi menunjukkan tidak ditemukan proyektil di dalam tubuh korban karena yang digunakan adalah peluru karet,” jelasnya.
Di akhir keterangannya, Kapolres Jayapura menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas insiden tersebut. Ia berharap seluruh pihak dapat menyikapi persoalan ini dengan kepala dingin serta mempercayakan proses penanganannya kepada mekanisme hukum yang berlaku.
“Kami memohon maaf atas kejadian ini. Kami berharap persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik, tanpa emosi, dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” tutupnya. (Cornelia)



























































































