JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Daerah Papua menyampaikan refleksi kinerja Semester I Tahun 2026 sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik sekaligus pemetaan terhadap tantangan keamanan yang akan dihadapi pada Semester II. Paparan tersebut menegaskan bahwa stabilitas keamanan di Papua tetap menjadi isu strategis nasional yang memerlukan sinergi antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat.
Kapolda Papua menyampaikan bahwa secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Papua selama Semester I Tahun 2026 berada dalam kondisi kondusif. Meski sempat terjadi dinamika di sejumlah daerah, seluruh situasi dapat dikendalikan oleh jajaran kepolisian di masing-masing wilayah.
Di bidang operasional, Polda Papua terus memperkuat langkah preventif melalui pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan kemacetan, patroli dialogis, patroli malam (Blue Light Patrol), serta peningkatan pelayanan masyarakat melalui fungsi Samapta dan Binmas. Program pembinaan masyarakat juga diperkuat, termasuk penyelenggaraan pendidikan satuan pengamanan (Satpam) di Kota Jayapura.
Pada sektor lalu lintas, tercatat sebanyak 912 kasus kecelakaan selama Semester I Tahun 2026 yang mengakibatkan 53 orang meninggal dunia, 508 korban luka berat, dan 843 korban luka ringan, dengan kerugian materiil mencapai Rp2,46 miliar. Sementara itu, pelanggaran lalu lintas mencapai 14.887 kasus, terdiri atas 972 tilang dan 13.915 teguran.
Di bidang kemanusiaan, Brimob Polda Papua turut aktif dalam berbagai operasi pencarian dan pertolongan (SAR), di antaranya penanganan korban perang suku di Distrik Wouma, Kabupaten Jayawijaya, serta pencarian korban ledakan bom sisa Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor. Polda Papua melalui Bidang Kedokteran dan Kesehatan serta Rumah Sakit Bhayangkara juga melaksanakan berbagai kegiatan bakti kesehatan bagi masyarakat di sejumlah wilayah.
Dalam aspek penegakan hukum, Polda Papua menangani 1.572 kasus tindak pidana konvensional, dengan 194 kasus berhasil diselesaikan. Kasus yang paling dominan adalah pencurian kendaraan bermotor sebanyak 911 kasus, disusul pencurian dengan pemberatan, pengeroyokan, pencurian dengan kekerasan, penganiayaan berat, hingga pembunuhan.
Untuk kejahatan transnasional, kepolisian menangani 117 perkara, terdiri dari 104 kasus narkotika dan 13 kasus kejahatan siber. Selain itu, aparat juga menangani perkara tindak pidana illegal fishing, penyalahgunaan BBM ilegal, dan tindak pidana korupsi.
Sepanjang Semester I Tahun 2026 juga terjadi 11 kasus konflik antarkelompok atau suku serta 73 aksi unjuk rasa. Bidang Laboratorium Forensik Polda Papua telah memeriksa 1.859 barang bukti dari 42 perkara yang ditangani.
Di wilayah perairan, Direktorat Polisi Air dan Udara Polda Papua menangani 9 kasus tindak pidana perairan, dengan 7 kasus berhasil diselesaikan.
Salah satu fokus utama dalam refleksi tersebut adalah capaian Operasi Damai Cartenz 2026. Selama enam bulan pertama tahun ini, operasi tersebut berhasil melakukan penegakan hukum terhadap 112 orang, yang terdiri atas anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) beserta simpatisannya, jaringan pemasok senjata dan amunisi, narapidana KKB yang melarikan diri dari lembaga pemasyarakatan, hingga pelaku kejahatan luar biasa.
Selain itu, aparat berhasil menyita 2 pucuk senjata api, 6 laras senjata api, 1.018 butir amunisi, 10 senapan angin, 66 alat komunikasi, 42 dokumen, 3 bendera Bintang Kejora, serta ratusan barang bukti lainnya. Operasi tersebut juga berhasil menguasai 11 markas yang selama ini digunakan sebagai basis aktivitas kelompok bersenjata di wilayah Papua.
Sepanjang Semester I Tahun 2026, Polda Papua juga melaksanakan lima operasi kepolisian, yakni Operasi Ketupat, Operasi Keselamatan, Operasi Damai Cartenz, Operasi Rasaka, dan Operasi Sikat.
Dalam bidang pembinaan personel, jumlah anggota Polda Papua dan jajaran mencapai 13.048 personel dari kebutuhan organisasi sebanyak 23.084 personel. Sebanyak 774 personel mengikuti pendidikan dan pelatihan pengembangan spesialisasi serta pelatihan fungsi kepolisian. Pimpinan juga memberikan penghargaan kepada personel berprestasi, termasuk atas keberhasilan mengungkap jaringan penyelundupan senjata api kepada KKB.
Di sisi lain, proses rekrutmen anggota Polri terus dilakukan melalui jalur SIPSS, Akademi Kepolisian, Bintara, Bakomsus, hingga Tamtama guna memenuhi kebutuhan personel di wilayah Papua.
Polda Papua juga mendukung program strategis nasional di bidang ketahanan pangan. Melalui program Panen Raya Jagung Serentak, hasil panen jagung periode Januari–Mei 2026 mencapai 64,35 ton, meningkat 264,6 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Sementara itu, terkait gangguan keamanan oleh kelompok bersenjata, selama Semester I Tahun 2026 tercatat 67 aksi KKB yang menyebabkan 25 orang meninggal dunia dan 17 orang mengalami luka-luka. Dalam periode yang sama, kepolisian juga berhasil menyita 9 pucuk senjata api, 1.304 butir amunisi, 5 magazen, serta 11 bahan peledak dari berbagai pengungkapan kasus.
Menghadapi Semester II Tahun 2026, Polda Papua memprediksi aksi kelompok bersenjata masih menjadi tantangan utama. Aparat juga mewaspadai masih aktifnya jaringan penyelundupan senjata dan amunisi yang memanfaatkan jaringan sipil sebagai perantara untuk memasok logistik kepada kelompok bersenjata.
Kapolda Papua menegaskan bahwa berbagai capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan masyarakat. Meski demikian, institusi Polri menyadari masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.
“Atas nama keluarga besar Polda Papua, kami menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat pelayanan, perilaku, maupun kinerja anggota Polri yang belum memenuhi harapan masyarakat. Kami akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar ke depan pelayanan kepada masyarakat semakin profesional dan humanis,” ujar Kapolda.
Mengakhiri refleksi Semester I Tahun 2026, Kapolda Papua mengucapkan selamat memperingati Hari Bhayangkara ke-80 dengan tema “Polri Untuk Masyarakat”, seraya mengajak seluruh personel untuk terus meningkatkan pengabdian demi menjaga keamanan, ketertiban, serta mendukung pembangunan nasional, khususnya di Tanah Papua. (Cornelia)
























































































