JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mencatat pelaksanaan Semarak Rupiah di Hari Natal Penuh Damai (SERUNAI) 2025 di wilayah Papua berlangsung sukses dengan capaian signifikan. Program layanan penukaran uang rupiah tersebut telah melayani lebih dari 3.000 masyarakat, dengan total realisasi penukaran mencapai Rp34,5 miliar.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, Faturachman, menyampaikan bahwa capaian tersebut mengalami peningkatan sangat tajam dibandingkan tahun sebelumnya.
“Realisasi penukaran uang SERUNAI 2025 meningkat hingga 369 persen dibandingkan tahun 2024. Pecahan yang paling diminati masyarakat adalah uang pecahan Rp5.000 dan Rp10.000, yang banyak digunakan untuk kebutuhan Natal,” ujar Faturachman, Rabu (31/12/2025).
SERUNAI 2025 merupakan inisiatif Bank Indonesia untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah layak edar, khususnya Uang Pecahan Kecil (UPK), di wilayah yang mayoritas penduduknya merayakan Natal. Kegiatan ini diawali dengan Kick-Off SERUNAI 2025 di Kantor Gubernur Papua pada 8 Desember 2025 dan berlangsung hingga 23 Desember 2025.
Di Provinsi Papua, pelaksanaan SERUNAI 2025 dilakukan melalui sinergi dengan berbagai pihak. Layanan penukaran uang diselenggarakan di sejumlah rumah ibadah, antara lain GKI Sion, GKI Pengharapan, Gereja Immanuel Hamadi, Gereja Gembala yang Baik, Gereja Pengharapan Sentani, dan Gereja Santo Petrus.
Selain itu, layanan juga dilakukan di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua, sejumlah instansi pemerintah seperti Kantor Gubernur Papua, Polda Papua, dan Mako Kodaeral X, serta di fasilitas publik termasuk Bandara Sentani dan Pelabuhan Jayapura.
Untuk menjangkau wilayah yang lebih luas, BI Papua juga mengoptimalkan jaringan kas titipan yang tersebar di Biak, Serui, Sorong, Nabire, Timika, Wamena, dan Merauke.
Tidak hanya pada momentum Natal, sepanjang tahun 2025 Kantor Perwakilan BI Papua juga secara konsisten melaksanakan layanan Kas Keliling di wilayah Terluar, Terdepan, dan Terpencil (3T) guna menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Layanan kas keliling tersebut dilaksanakan di 24 titik, meliputi berbagai kabupaten di Papua, di antaranya Merauke, Keerom, Boven Digoel, Mamberamo Raya, Mappi, Supiori, Waropen, Paniai, Deiyai, Dogiyai, Yalimo, Mamberamo Tengah, Asmat, Tolikara, Pegunungan Bintang, Puncak Jaya, hingga sejumlah distrik di Kabupaten Jayapura.
Faturachman menegaskan bahwa seluruh rangkaian layanan kas tersebut merupakan wujud komitmen Bank Indonesia dalam memastikan masyarakat Papua memperoleh uang Rupiah yang cukup, layak edar, dan mudah diakses, sekaligus mendukung kelancaran aktivitas ekonomi, khususnya pada momen hari besar keagamaan.
“Melalui SERUNAI dan kas keliling, Bank Indonesia ingin memastikan seluruh masyarakat, termasuk yang berada di wilayah pelosok, dapat merasakan kehadiran negara dalam menjaga kelancaran sistem pembayaran,” tutupnya.
(Redaksi – Harian Terbaru Papua)


































































































