JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com — Pemerintah Kota Jayapura memastikan bahwa kondisi wilayah tetap aman dan terkendali pasca dikeluarkannya peringatan dini tsunami yang dipicu oleh gempa bumi berkekuatan magnitudo 8,7 di lepas pantai timur Rusia, Rabu pagi (30/7/2025). Hingga pukul 16.30 WIT, permukaan laut di sejumlah titik pantai Jayapura, termasuk Pantai Holtekam dan Pantai Cibery, dipastikan normal dan tidak menunjukkan perubahan signifikan.
Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru menyampaikan bahwa masyarakat tidak perlu panik, namun tetap disarankan waspada sambil menunggu informasi resmi dari instansi berwenang.
“Kondisi Kota Jayapura saat ini masih normal dan aman. Jangan mudah terprovokasi atau terpancing dengan isu tsunami yang tidak jelas sumbernya. Tunggu pengumuman resmi dari pemerintah terkait kapan peringatan dihentikan,” ujar Rustan saat melakukan peninjauan langsung di Pantai Holtekam, Rabu sore.
Mendampingi Rustan, Kepala BMKG Wilayah V Papua, Yustus Rumakiek, menyampaikan bahwa hingga batas waktu yang diprediksi oleh BMKG pusat, yakni pukul 16.23 WIT, permukaan laut tetap stabil dan tidak menunjukkan gelombang signifikan.
“Kita sudah berada di Pantai Cibery sejak siang. Sesuai prediksi, air laut tidak mengalami perubahan mencolok. Namun, kita tetap menunggu rilis resmi dari BMKG pusat untuk mencabut peringatan dini tsunami,” terang Yustus.
Ia mengingatkan agar masyarakat hanya mengikuti informasi dari kanal resmi seperti BMKG, BPBD, dan pemerintah daerah, bukan dari media sosial yang belum terverifikasi kebenarannya.
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya untuk terus memberikan informasi yang akurat dan terpercaya kepada publik secara berkala. Rustan Saru menekankan bahwa penyebaran informasi yang tidak benar justru berpotensi menciptakan kekacauan sosial dan kepanikan massal, terutama di wilayah pesisir.
“Jangan membuat spekulasi. Kita semua bertanggung jawab menjaga suasana tetap kondusif. Apabila ada informasi penting, pemerintah akan segera menyampaikannya,” tandasnya.
Gempa berkekuatan M8,7 yang terjadi pada pukul 06.24 WIB tersebut tergolong gempa dangkal, dengan kedalaman 18 km, dan berpusat di lepas pantai timur Rusia. BMKG menyebut bahwa gempa ini dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng tektonik, dan berpotensi menimbulkan tsunami di beberapa negara Pasifik, termasuk Indonesia.
Sebagai langkah antisipatif, BMKG telah merilis peringatan dini tsunami untuk beberapa wilayah di Indonesia bagian timur. Di Papua, tujuh wilayah termasuk Jayapura, Sarmi, Biak Numfor, dan Supiori disebut masuk dalam zona dengan status Waspada.
Meski estimasi tinggi gelombang berada di bawah 0,5 meter, masyarakat tetap diminta untuk menjauhi garis pantai hingga ada pencabutan resmi peringatan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan infrastruktur, gangguan aktivitas, atau evakuasi massal akibat isu tsunami. Aktivitas masyarakat tetap berjalan normal di pusat kota maupun permukiman pesisir, dengan pengawasan dari aparat dan relawan BPBD setempat.
Pemerintah dan BMKG masih terus melakukan pemantauan kondisi laut secara real time dan akan segera menginformasikan perkembangan terbaru kepada masyarakat melalui berbagai saluran resmi.
(Redaksi – Harian Terbaru Papua)


























































































