MIMIKA, HarianTerbaruPapua.com – Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, menghadiri Konferensi Pers Hasil Operasi Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III Semester I Tahun Anggaran 2026 yang dipimpin Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto, di Markas Kogabwilhan III, Jalan Agimuga Mile 32, Distrik Kuala Kencana, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Senin (6/7/2026).
Konferensi pers tersebut menjadi momentum penyampaian capaian operasi terpadu TNI di wilayah Papua sepanjang Januari hingga Mei 2026. Dalam paparannya, Pangkogabwilhan III menyampaikan bahwa berbagai operasi yang dilaksanakan Koops TNI Habema berhasil menekan aktivitas kelompok separatis bersenjata sekaligus mengungkap berbagai tindak kejahatan lintas sektor yang mengancam keamanan masyarakat.
Mengawali keterangannya, Letjen TNI Lucky Avianto menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang dinilai telah berperan menyampaikan informasi secara objektif dan berdasarkan fakta di lapangan.
“Terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada rekan-rekan wartawan yang telah menghadirkan pemberitaan yang sejuk, berdasarkan fakta, serta mampu menangkal berbagai informasi bohong dan narasi yang menyesatkan di ruang publik,” ujarnya.
Selama Semester I Tahun 2026, TNI bersama Bea Cukai, Aviation Security (Avsec), pemerintah daerah, dan berbagai instansi terkait berhasil mengungkap 30 kasus Narkotika di wilayah Papua. Pengungkapan tersebut didominasi kasus peredaran ganja, penemuan ladang ganja, hingga upaya penyelundupan melalui jalur udara, laut, dan perbatasan negara.
Dalam operasi tersebut, aparat berhasil mengamankan sekitar 1.479 batang pohon ganja, puluhan kilogram ganja kering, sejumlah ladang ganja siap panen, serta mengamankan puluhan tersangka, termasuk warga negara asing. Seluruh tersangka selanjutnya diserahkan kepada Polri untuk menjalani proses hukum.
Di sektor penegakan keamanan, Satgas TNI juga berhasil menyita 47 pucuk senjata api berbagai jenis, 92 pucuk senapan angin, ratusan butir amunisi, komponen senjata, dokumen, atribut, uang tunai, serta berbagai perlengkapan milik kelompok separatis yang menamakan diri Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM).
“Tidak dapat kita bayangkan apabila senjata-senjata tersebut masih berada di tangan kelompok separatis. Potensi ancaman terhadap keselamatan masyarakat tentu akan semakin besar,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Pangkogabwilhan III juga menyoroti peristiwa pembakaran pesawat PT Asian Mission Aviation (AMA) di Lapangan Terbang Balinggama, Kabupaten Yahukimo, yang menyebabkan meninggalnya pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat, Captain Nicholas F. Goselin alias Mark.
Ia menyebut aksi tersebut sebagai tindakan yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan, agama, maupun budaya masyarakat Papua. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, peristiwa tersebut dilakukan oleh kelompok bersenjata pimpinan Elkius Kobak, sebagaimana juga diakui oleh juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom.
Menurutnya, aksi kekerasan yang dilakukan kelompok separatis selama ini tidak hanya menyasar aparat keamanan, tetapi juga masyarakat sipil serta berbagai fasilitas pelayanan publik seperti sekolah, gereja, hingga sarana umum lainnya.
“Beragam aksi teror, intimidasi, pembakaran fasilitas umum, hingga pembunuhan terhadap warga sipil menunjukkan bahwa tindakan tersebut merupakan ancaman nyata yang harus dihentikan demi melindungi masyarakat Papua,” tutupnya. (Rilis)























































































