SENTANI, HarianTerbaruPapua.com – Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan spiritual anak-anak melalui musik, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jayapura membentuk Kelompok Binaan Akustik dan menyerahkan sejumlah alat musik kepada SD Inpres Negeri Siboi-Boi Hobong, Distrik Sentani, Jumat (19/9/2025). Penyerahan dilakukan di gedung GKI Siloam Hobong dan diterima langsung oleh para murid.
Penyerahan alat musik dilakukan oleh Kepala Bidang Urusan Agama Kristen Kemenag Papua, Tony Sahertian, mewakili Kepala Kemenag Papua Klemens Taran. Turut hadir Kepala Kemenag Kabupaten Jayapura Steven Wonmaly, Kepala Distrik Sentani Jack Puraro, anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Izak Hikoyabi yang juga Ketua PGGJ Kabupaten Jayapura, serta tokoh agama dan masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Tony Sahertian menyampaikan apresiasi kepada Kemenag Kabupaten Jayapura atas kepeduliannya terhadap seni musik akustik bagi anak-anak. Menurutnya, pembinaan ini merupakan langkah nyata pemerintah dalam menjawab tantangan pembinaan generasi muda Papua.
“Tentunya kami memberikan apresiasi kepada Kepala Kemenag Kabupaten Jayapura yang peka melihat kebutuhan praktis masyarakat. Pembinaan akustik di Kampung Hobong ini membawa dampak luar biasa bagi generasi emas Papua, khususnya di bidang seni musik,” ujarnya.
Kepala Kemenag Kabupaten Jayapura, Steven Alexander Wonmaly, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi sarana memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus memberi ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan bakat bermusik.
“Upaya ini adalah bagian dari sinergitas membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Dengan segala keterbatasan, kami memberikan alat musik seperti ukulele dan gitar untuk menunjang bakat anak-anak. Semoga dapat dimanfaatkan dengan baik untuk memuji dan memuliakan Tuhan,” katanya.
Bupati Kabupaten Jayapura, Yunus Wonda, melalui Kepala Distrik Sentani Jack Puraro, juga menyampaikan apresiasi dan dukungan. Menurutnya, seni musik akustik merupakan bagian dari identitas budaya Papua yang harus dijaga.
“Dua hal yang Tuhan taruh dalam jiwa orang Papua adalah seni dan olahraga. Sejak masa I.S. Kijne, musik telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Sentani. Potensi ini harus diteruskan oleh generasi muda,” ungkap Jack.
Pemerintah Kabupaten Jayapura menyatakan komitmennya untuk mendukung pengembangan musik akustik sebagai bagian dari pelestarian budaya dan pembangunan karakter generasi muda. Kegiatan pembinaan ini diharapkan dapat menjadi ekosistem seni musik yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat nilai-nilai spiritual dan kebersamaan di tengah masyarakat Papua.
(Redaksi – Harian Terbaru Papua)

























































































