SARMI, HarianTerbaruPapua.com – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap seorang warga yang dilaporkan tenggelam saat menyeberangi Sungai Toor di Distrik Toor Atas, Kabupaten Sarmi, Papua, resmi ditutup setelah korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh Tim SAR Gabungan, Minggu (12/7/2026).
Korban diketahui bernama Yulius Randongkir (30). Ia sebelumnya dilaporkan hilang setelah berusaha berenang menyeberangi Sungai Toor dari Kampung Seser menuju Kampung Tenwer karena tidak tersedia perahu penyeberangan.
Komandan Pos SAR Sarmi, Yohanis Muay, menjelaskan bahwa peristiwa itu bermula pada Rabu (8/7/2026), sekitar pukul 15.00 WIT. Saat itu korban memancing di seberang sungai. Menjelang sore, korban memutuskan berenang menyeberangi sungai untuk kembali ke Kampung Tenwer, namun diduga kelelahan dan tenggelam di tengah arus.
“Kepala Distrik Toor Atas kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Pos SAR Sarmi untuk meminta bantuan pelaksanaan Operasi SAR,” ujar Yohanis.
Tim SAR Gabungan mulai melakukan pencarian sejak laporan diterima. Pada hari terakhir operasi, Senin (13/7/2026), tim menggelar briefing pada pukul 07.00 WIT sebelum membagi personel menjadi tiga regu.
Regu pertama melakukan penyisiran menggunakan speed boat hingga Kampung Konderjan. Regu kedua menyisir sungai menuju Kampung Denander, sementara regu ketiga melakukan pencarian melalui jalur darat di sepanjang bantaran sungai. Hingga siang hari, pencarian belum membuahkan hasil.
Pencarian kemudian dilanjutkan pada siang hingga sore hari dengan menyisir area perairan dan daratan, termasuk membongkar tumpukan kayu di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi korban tersangkut.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 15.30 WIT, korban ditemukan di sekitar Kampung Konderjan dalam kondisi meninggal dunia.
Jenazah kemudian dievakuasi menuju Puskesmas Samanente pada pukul 18.15 WIT dan tiba sekitar pukul 19.15 WIT untuk penanganan lebih lanjut. Setelah proses evakuasi selesai, seluruh personel kembali ke Polsek Toor Atas untuk melaksanakan debriefing dan pengecekan personel.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, di antaranya Pos SAR Sarmi, Polsek Toor Atas, Polairud, Koramil Toor Atas, Puskesmas Samanente, keluarga korban, serta masyarakat setempat yang bersama-sama melakukan pencarian.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian secara resmi dinyatakan selesai dan seluruh personel dikembalikan ke satuan masing-masing.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Terima kasih kepada seluruh unsur SAR Gabungan dan masyarakat yang telah bekerja keras serta bersinergi selama pelaksanaan operasi pencarian hingga korban berhasil ditemukan,” tutur Yohanis Muay.
Operasi SAR berlangsung selama beberapa hari dengan mengedepankan koordinasi lintas instansi dan partisipasi masyarakat dalam upaya menemukan korban. (Cornelia)


























































































