SENTANI, HarianTerbaruPapua.com – Tumpukan sampah yang mengular di sepanjang Jalan Hawai hingga pintu masuk Pasar Lama, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, menjadi sorotan warga. Selama hampir sepekan, sampah tidak terangkut sehingga menimbulkan bau menyengat, mengganggu pengguna jalan, dan memicu kekhawatiran akan munculnya berbagai penyakit.
Seorang warga Kehiran Sentani, Rachel (65), mengaku kondisi tersebut sudah berlangsung sekitar enam hari. Menurutnya, karena sampah tidak diangkut, warga terpaksa membuang sampah di pinggir jalan, mulai dari wilayah Kehiran, Pasar Lama hingga Pasar Baru.
“Sudah enam hari sampah belum diangkat. Masyarakat akhirnya membuang sampah di pinggir jalan di wilayah Kehiran, Pasar Lama, dan Pasar Baru. Kondisi ini sangat meresahkan karena bisa membawa penyakit. Kami berharap pemerintah segera turun tangan. Orang yang melintas juga sangat terganggu dengan bau dan tumpukan sampah ini,” ujarnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jayapura, Salmon Telenggen, menjelaskan bahwa terhambatnya pengangkutan sampah dipicu oleh kendala operasional, terutama pasokan bahan bakar.
Menurut Salmon, SPBU Pertamina Lasminingsih di Jalan Hawai menghentikan pelayanan solar selama lima hari, sejak 26 Juni 2026, karena sedang menjalani pemeriksaan dan sanksi administrasi. Akibatnya, armada truk sampah dan kendaraan operasional DLH tidak dapat mengisi bahan bakar sehingga aktivitas pengangkutan sampah terhenti.
“Karena itu, pengangkutan sampah di wilayah Sentani Kota dan sekitarnya sempat mengalami hambatan, bahkan berhenti sementara,” jelas Salmon melalui sambungan telepon, Kamis (2/7/2026).
Meski demikian, ia memastikan bahwa mulai hari ini armada kebersihan telah kembali beroperasi untuk mengangkut sampah yang menumpuk di sejumlah titik.
“Hari ini, puji Tuhan, armada sudah mulai bekerja kembali dan sampah-sampah mulai diangkut secara bertahap,” katanya.
Selain persoalan bahan bakar, Salmon mengungkapkan DLH juga menghadapi kendala lain, yakni kondisi armada pengangkut sampah yang mulai menua. Sejumlah truk memiliki ban yang sudah aus dan tidak lagi layak digunakan.
“Kami tidak ingin memaksakan kendaraan yang kondisinya tidak aman. Keselamatan sopir dan petugas kebersihan tetap menjadi prioritas utama,” tegasnya.
DLH Kabupaten Jayapura berharap proses pengangkutan sampah dapat kembali normal dalam beberapa hari ke depan sehingga lingkungan Kota Sentani kembali bersih dan aktivitas masyarakat tidak lagi terganggu. (Cornelia)























































































