JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Tokoh Adat Heram, Cornelis Deda mengimbau masyarakat di Padang Bulan, Kota Jayapura, dan seluruh Tanah Papua untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menyusul insiden penurunan Bendera Merah Putih dan pengibaran Bintang Kejora di lingkungan kampus Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ), Abepura, pada 30 September 2026 lalu.
Imbauan tersebut disampaikan pada Jumat (23/10/2026). Tokoh adat tersebut mengatakan, masyarakat selama ini hidup dengan aman di kawasan Padang Bulan. Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi agar tetap kondusif.
Cornelis menilai, kondisi keamanan yang belakangan menjadi perhatian perlu menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menghindari tindakan yang dapat mengganggu kenyamanan dan ketertiban lingkungan.
Menurutnya, pemuda yang sedang menempuh pendidikan maupun yang aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan memiliki peran penting dalam menjaga keamanan serta membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik.
Ia mengajak generasi muda untuk kembali memperhatikan nilai-nilai sosial dan menghindari perilaku yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga di Padang Bulan maupun wilayah Kota Jayapura.
“Sebagai tokoh adat, saya mengimbau seluruh warga di Padang Bulan, Kota Jayapura, dan seluruh Tanah Papua agar senantiasa menjaga keamanan,” ujar Cornelis Deda.
Cornelis juga mengingatkan para pemuda yang sedang mengenyam pendidikan agar belajar dengan baik sehingga kelak dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.
Sementara itu, bagi generasi muda yang berada di luar dunia pendidikan, ia mengajak mereka untuk menjaga perilaku dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan pribadi, keluarga, maupun masyarakat.
Menurutnya, setiap aktivitas yang dilakukan generasi muda sebaiknya memberikan manfaat bagi masa depan serta mendukung terciptanya kehidupan sosial yang aman dan harmonis.
Cornelis Deda berharap masyarakat dapat mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa yang menimbulkan keresahan, sekaligus memperkuat kebersamaan untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
“Mari kita bergabung bersama-sama, bergandengan tangan untuk membangun Tanah Papua,” tutupnya.
Tokoh adat tersebut menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga membutuhkan peran serta masyarakat, terutama generasi muda, dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung pembangunan di Tanah Papua. (Redaksi)






























































































