JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Persekutuan Kaum Bapak (PKB) Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua bersiap menggelar salah satu agenda keagamaan terbesar di kawasan timur Indonesia. Temu Raya PKB GKI ke-8 yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026 di Sentani, Kabupaten Jayapura, diperkirakan akan dihadiri sekitar 21.000 utusan dari seluruh Tanah Papua.
Persiapan kegiatan akbar tersebut resmi dimulai setelah Wakil Ketua II Badan Pekerja Sinode (BPS) GKI di Tanah Papua, , melantik panitia pelaksana dalam ibadah Minggu di Jemaat , Sentani, Kabupaten Jayapura, Minggu (7/6/2026).
Temu Raya PKB GKI tahun ini dinilai bukan sekadar pertemuan keagamaan, melainkan momentum strategis untuk memperkuat persatuan, merumuskan arah pelayanan gereja, serta membahas berbagai dinamika sosial yang berkembang di Papua menjelang Sidang Sinode GKI Tahun 2027.
Ketua Panitia Temu Raya, , dipercaya memimpin persiapan kegiatan yang hanya memiliki waktu efektif lima bulan sebelum pelaksanaan. Ia didampingi Naaman Jalesy sebagai Sekretaris dan Agustina Tennu sebagai Bendahara.
Menurut Pdt. Gustaf Wutoy, Temu Raya menjadi wadah perjumpaan spiritual sekaligus forum evaluasi program PKB selama empat tahun terakhir. Hasil pertemuan nantinya akan menjadi bagian dari penyusunan program pelayanan baru yang selaras dengan Rencana Strategis GKI di Tanah Papua dalam tema pelayanan Tahun Kepedulian menuju Sidang Sinode di Teluk Wondama tahun 2027.
Selain memperkuat kehidupan iman, forum tersebut juga akan membahas berbagai persoalan sosial kemasyarakatan di Papua. Kajian yang dilakukan diharapkan melahirkan rekomendasi konkret bagi pelayanan kaum bapak, perempuan, anak-anak, serta kontribusi gereja dalam pembangunan daerah.
Ketua Klasis GKI Sentani, , mengatakan Sentani dan klasis-klasis di Wilayah I akan menjadi tuan rumah bagi ribuan peserta yang berasal dari 70 klasis definitif, 13 bakal klasis, dan 2.058 jemaat GKI yang tersebar di enam provinsi di Tanah Papua.
“Kami memperkirakan sekitar 21.000 orang akan memasuki wilayah Sentani selama pelaksanaan Temu Raya. Ini menjadi tantangan sekaligus kesempatan besar untuk menunjukkan semangat pelayanan, persaudaraan, dan kepedulian sosial bagi seluruh warga Papua,” ujarnya.
Besarnya jumlah peserta menjadikan Temu Raya PKB GKI 2026 sebagai salah satu agenda keagamaan terbesar yang digelar di Papua tahun ini. Selain berdampak pada kehidupan rohani umat, kegiatan tersebut juga diperkirakan memberikan efek positif terhadap sektor ekonomi masyarakat, transportasi, akomodasi, serta promosi daerah sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial berskala regional.
Panitia pelaksana didukung sejumlah seksi strategis yang menangani bidang usaha dana, acara dan kerohanian, perlengkapan, akomodasi, konsumsi, dokumentasi dan publikasi, kesehatan, keamanan, transportasi, hingga pelayanan doa.
Dengan tema besar Tahun Kepedulian 2026, Temu Raya PKB GKI di Tanah Papua diharapkan menjadi momentum memperkuat persatuan umat, memperkokoh nilai-nilai kebangsaan, serta mendorong lahirnya gagasan-gagasan konstruktif bagi masa depan Papua dan Indonesia. (Cornelia)

























































































