JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Astra Motor Papua kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan pengguna sepeda motor Honda terhadap kondisi busi. Komponen kecil yang berfungsi memantik api di ruang bakar ini sering kali terabaikan, padahal kerusakannya dapat berdampak serius terhadap performa motor.
Service Manager Astra Motor Papua, Randy Maulana Yusuf, menjelaskan bahwa busi yang tidak berfungsi dengan baik akan mengganggu proses pembakaran bahan bakar. Akibatnya, tenaga mesin berkurang, konsumsi bahan bakar meningkat, bahkan emisi gas buang bisa melonjak.
“Busi adalah jantung kecil yang memicu tenaga mesin. Jika rusak, motor tidak hanya kehilangan performa, tetapi juga berpotensi lebih boros dan mencemari lingkungan,” terangnya.
Menurut Astra Motor Papua, ada beberapa gejala umum yang bisa menjadi tanda busi motor mengalami kerusakan, antara lain:
- Mesin sulit dinyalakan, terutama pada pagi hari atau saat mesin dalam kondisi dingin.
- Tenaga motor terasa menurun, meski tuas gas sudah ditarik lebih dalam.
- Konsumsi bahan bakar lebih boros dari biasanya.
- Suara mesin tidak stabil atau sering terjadi ledakan kecil (backfire).
- Warna busi menghitam dan terdapat endapan karbon berlebih pada elektroda.
Jika kondisi ini dibiarkan, kerusakan busi dapat menimbulkan sejumlah dampak serius bagi kendaraan, di antaranya:
- Penurunan akselerasi dan performa mesin.
- Risiko motor mati mendadak di tengah perjalanan.
- Umur mesin menjadi lebih pendek akibat pembakaran tidak sempurna.
- Peningkatan polusi udara dari gas buang yang tidak terkontrol.
Untuk mencegah hal tersebut, busi motor Honda direkomendasikan diganti setiap 8.000 km, atau lebih cepat bila motor digunakan dalam kondisi berat seperti kemacetan panjang, jalanan berbukit, maupun cuaca ekstrem.
Astra Motor Papua juga mengimbau konsumen agar selalu melakukan servis berkala di AHASS, sehingga pemeriksaan busi dapat dilakukan oleh mekanik berpengalaman.
“Merawat busi sama dengan menjaga jantung motor tetap sehat. Konsumen Honda harus selalu #Cari_Aman, bukan hanya saat berkendara, tapi juga dalam merawat kendaraan,” tutup Randy.
(Redaksi – Harian Terbaru Papua)

























































































