JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Kopi dan sagu menjadi medium untuk mempererat kebinekaan, mengembangkan kreativitas, serta membuka peluang usaha bagi generasi muda Papua. Semangat ini mengemuka dalam bincang santai bertajuk “Kopi, Pemuda, Kebinekaan” yang berlangsung di BM Coffee, Kotaraja, Kota Jayapura, Minggu (25/10/2026).
Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 pada 28 Oktober 2026 ini mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati Pemuda untuk Indonesia”. Diskusi menghadirkan Wakil Wali Kota Jayapura Rustam Saru, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredikus Mackmarimboen, Ferdinan Maer, serta Maikel Yarisetouw selaku inisiator Colo Sagu.
Wakil Wali Kota Jayapura Rustam Saru mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan, kreativitas, dan peluang usaha, khususnya di sektor kopi.
Menurut Rustam, potensi pemuda perlu diberdayakan agar mampu berkarya dan berkontribusi bagi pembangunan daerah. Ia menyebut sekitar 60 persen penduduk Kota Jayapura berada pada kelompok usia 35 tahun ke bawah.
Rustam menilai kopi dapat menjadi jembatan persatuan di tengah keberagaman. Pemuda dari berbagai daerah dan latar belakang budaya dapat duduk bersama, saling menghormati, serta memperkuat toleransi.
Ia berharap kegiatan kreatif seperti ini terus dikembangkan agar pemuda memiliki ruang untuk berinovasi, membangun usaha, dan turut menjaga Kota Jayapura tetap aman serta damai.
Sementara itu, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredikus Mackmarimboen menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi pemuda agar keterampilan yang dimiliki dapat membuka peluang kerja.
Salah satu gagasan yang mengemuka dalam diskusi adalah mendorong fasilitasi sertifikasi barista melalui koordinasi dengan pemerintah terkait. Sertifikasi diharapkan memberikan pengakuan terhadap kompetensi barista sekaligus memperluas peluang kerja di sektor pariwisata, kuliner, dan perhotelan.
Fredikus juga mengingatkan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya kepolisian. Pemuda diharapkan berperan aktif menjaga diri dan lingkungan serta ikut mencegah terjadinya tindak kejahatan.
Pesan motivasi turut disampaikan Ferdinan Maer, petugas keamanan di Bank Indonesia Papua yang juga berprofesi sebagai barista. Kehadirannya bertujuan memberikan semangat kepada pemuda yang bekerja di kafe agar terus mengembangkan keterampilan, menekuni profesi dengan sungguh-sungguh, dan melihat kemampuan meracik kopi sebagai peluang untuk berkembang.
Di sisi lain, inisiator Colo Sagu, Maikel Yarisetouw, mengajak generasi muda untuk mengampanyekan pangan lokal Papua, terutama sagu dan kopi.
Menurutnya, pangan lokal memiliki potensi untuk dikembangkan dan diperkenalkan lebih luas. Keterlibatan pemuda dalam mempromosikan produk lokal diharapkan dapat menumbuhkan kebanggaan terhadap kekayaan daerah sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Suasana diskusi berlangsung semakin akrab ketika peserta disuguhi pangan lokal berupa sagu bakar yang diolah dengan gula merah, ditemani kopi. Sajian tersebut bukan sekadar pelengkap acara, tetapi juga menghadirkan pengalaman menikmati pangan lokal di tengah ruang dialog lintas latar belakang.
Sambil menikmati sagu bakar dan kopi, peserta terlibat dalam diskusi dan tanya jawab yang berlangsung lebih cair. Pertukaran pandangan tersebut membuka ruang bagi lahirnya gagasan dan ide mengenai pemberdayaan pemuda, pengembangan usaha, promosi pangan lokal, serta pentingnya menjaga persatuan dan keamanan lingkungan.
Kegiatan “Kopi, Pemuda, Kebinekaan” mendapat dukungan dari Forum Redaksi Papua (ForPapua), BM Coffee, Colo Sagu, Polda Papua, serta Pertamina Patra Niaga Region Papua Maluku, PT. Electrical Daya Mandiri, BRI, Cahaya 45, PT. Cemara Papua, Jayapura Medsos, Ideal Advertising, Saandjh Cofe, Print & Pack Jayapura, Bakso Marlboro, Bibsy Coffee All Day, Steezy Coffe, dan Dilco Diltea.
Melalui kegiatan ini, kopi dan sagu menjadi titik temu berbagai gagasan tentang pemberdayaan ekonomi, peningkatan keterampilan, pelestarian pangan lokal, dan penguatan kamtibmas. Generasi muda Papua diharapkan semakin kreatif, mandiri, menghargai keberagaman, serta mampu mengembangkan potensi daerah demi masa depan Papua dan Indonesia. (Cornelia)































































































