SENTANI, HarianTerbaruPapua.com – Kabar baik bagi masyarakat Papua. Kabut asap yang sebelumnya mengganggu aktivitas penerbangan di sejumlah wilayah kini mulai mereda. Penerbangan di Bandara Internasional Sentani, Kabupaten Jayapura, kembali normal sejak 30 Oktober 2026, tanpa pembatalan maupun keterlambatan penerbangan hingga saat ini.
Meski kondisi membaik, ancaman kebakaran hutan dan lahan belum sepenuhnya berakhir. BMKG masih memantau 33 titik api di wilayah Papua Selatan, terdiri atas tiga titik dengan tingkat kepercayaan tinggi dan sekitar 30 titik dengan tingkat kepercayaan sedang.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sentani, Muhammad Isa Al Anshory, mengatakan berdasarkan pemantauan citra satelit, sebaran kabut asap di wilayah Jayapura dan Papua Pegunungan telah berkurang signifikan dibandingkan periode sebelumnya.
Kondisi di Wamena yang sebelumnya sempat terdampak hingga menyebabkan penundaan dan pembatalan penerbangan juga dilaporkan membaik. Saat ini, tidak terpantau sebaran asap yang signifikan di wilayah tersebut.
Namun, BMKG mengingatkan masyarakat agar tetap waspada karena musim kemarau masih berlangsung dan berpotensi memicu munculnya titik api baru. Warga diimbau tidak membakar lahan maupun sampah sembarangan yang dapat memicu kebakaran lebih luas.
Sementara itu, Branch Communication & CSR Department Head PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Sentani, Syariah Sembiring, memastikan operasional penerbangan di Bandara Sentani telah kembali berjalan normal sejak 30 Oktober 2026.
Menurutnya, pada Oktober lalu, sejumlah penerbangan di wilayah Papua Pegunungan, termasuk Yahukimo dan Wamena, sempat dibatalkan akibat kondisi cuaca buruk. Dalam situasi tersebut, keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama.
Manajemen Bandara Sentani juga terus berkoordinasi dengan maskapai untuk memastikan penumpang memperoleh informasi yang jelas apabila terjadi perubahan jadwal maupun pembatalan penerbangan, termasuk terkait pilihan pengembalian dana atau penjadwalan ulang.
Membaiknya kondisi kabut asap menjadi angin segar bagi aktivitas transportasi udara di Papua. Namun, masyarakat tetap diminta waspada terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau agar kabut asap tidak kembali meluas dan mengganggu penerbangan.
Hingga kini, penerbangan di Bandara Sentani terpantau normal, tetapi kewaspadaan terhadap potensi titik api baru tetap diperlukan. (Cornelia)





























































































