JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Generasi muda Papua didorong untuk berani berkarya, mengembangkan potensi diri, dan tidak gengsi membangun usaha secara mandiri. Pesan ini mengemuka dalam kegiatan Bincang Sagu bertema “Pemuda Makan Puji” yang digelar Komunitas Colo Sagu bersama Polresta Jayapura Kota di Taman Trisila, Kota Jayapura, Rabu (28/10/2026) sore, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98.
Kegiatan ini menjadi ruang dialog bagi anak muda untuk berbagi pengalaman, menyuarakan gagasan, sekaligus membangun motivasi agar mampu mengambil peran nyata dalam pembangunan Papua.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Jayapura Abisai Rollo, Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru, Ketua DPRK Jayapura, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen, serta sejumlah pejabat dan tamu undangan.
Dalam suasana santai dengan sagu sebagai identitas budaya Papua, diskusi menghadirkan sejumlah figur muda inspiratif dari berbagai bidang, mulai dari komunitas disabilitas, ajang kecantikan, Paskibraka Nasional, industri kreatif, hingga sektor pertanian.
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen mengatakan, generasi muda perlu mendapatkan ruang untuk menyampaikan gagasan, menunjukkan kemampuan, dan berkontribusi positif bagi masyarakat.
“Melalui kegiatan Bincang Sagu ini, kami ingin mendorong anak-anak muda Kota Jayapura agar berani bermimpi, percaya pada kemampuan diri sendiri, dan tidak mudah menyerah menghadapi tantangan. Pemuda harus menjadi bagian dari solusi, menjaga persatuan, serta berperan aktif dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan damai,” ujarnya.
Menurutnya, semangat kepemudaan tidak cukup hanya diwujudkan melalui peringatan seremonial, tetapi harus dibuktikan lewat tindakan nyata, kreativitas, serta keterlibatan dalam menjaga keamanan dan keharmonisan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Wali Kota Jayapura Abisai Rollo mengajak generasi muda Port Numbay untuk terus belajar, menjaga nilai-nilai budaya, dan memanfaatkan peluang yang tersedia untuk mengembangkan kemampuan diri.
Ia menegaskan, anak muda Papua memiliki kesempatan untuk berprestasi di berbagai bidang, termasuk pendidikan, olahraga, seni, industri kreatif, dan kewirausahaan.
“Anak-anak muda Kota Jayapura harus percaya diri, terus belajar, dan berani menunjukkan kemampuan yang dimiliki. Jangan mudah menyerah dan jangan gengsi untuk bekerja. Manfaatkan potensi yang ada agar dapat menjadi generasi yang mandiri dan mampu membangun Kota Jayapura,” pesannya.
Berbagai pengalaman yang dibagikan para narasumber memperlihatkan bahwa keberanian, ketekunan, dan kemauan untuk terus belajar menjadi modal penting bagi anak muda dalam menghadapi tantangan.
Stevani, Ketua Komunitas Tuli Jayapura, membagikan pengalamannya dalam membangun kepercayaan diri sekaligus menunjukkan bahwa penyandang disabilitas memiliki kesempatan untuk bekerja, berkarya, dan berkontribusi di tengah masyarakat.
Yokbet Merauje atau Yoke, Putri Indonesia perwakilan Papua 2025, mengajak generasi muda agar tidak mudah terpengaruh oleh pandangan negatif orang lain. Ia mendorong anak muda untuk tetap percaya pada kemampuan diri dan berani mengejar cita-cita.
Sementara itu, Neeltje Werimon, anggota Paskibraka Nasional 2026, menekankan pentingnya keberanian keluar dari zona nyaman serta membangun mental yang kuat untuk meraih tujuan.
Dari sektor industri kreatif, animator dan ilustrator asal Papua, Jeane Marien, mendorong anak muda untuk terus mengasah keterampilan dan mengembangkan kreativitas agar mampu bersaing serta menghasilkan karya yang bernilai.
Adapun Rio Yahuli, petani sayur di kawasan Angkasa, Jayapura, mengajak generasi muda menghilangkan gengsi dalam bekerja dan melihat potensi tanah Papua sebagai peluang untuk membangun usaha secara mandiri.
Pengalaman para narasumber tersebut menjadi pengingat bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh latar belakang seseorang, tetapi juga oleh kemauan untuk belajar, bekerja keras, dan memanfaatkan peluang yang ada.
Melalui Bincang Sagu “Pemuda Makan Puji”, semangat Hari Sumpah Pemuda diharapkan tidak berhenti pada slogan, tetapi diwujudkan melalui karya, inovasi, kewirausahaan, kepedulian sosial, serta komitmen menjaga persatuan.
Generasi muda Papua diharapkan mampu tampil sebagai pelaku perubahan yang percaya diri, mandiri, dan berani mengambil bagian dalam membangun Kota Jayapura dengan tetap menjunjung tinggi nilai budaya dan kebersamaan. (Cornelia)





























































































