JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Razia gabungan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Jayapura di Doyo, Kabupaten Jayapura, menemukan sejumlah telepon genggam (HP) dan ganja seberat 1,48 gram. Temuan tersebut memunculkan dugaan masuknya barang terlarang melalui pelemparan dari luar pagar lapas.
Razia yang dilaksanakan bersama personel Satresnarkoba Polres Jayapura, Sabhara, dan petugas lapas itu dilakukan atas permintaan pihak lapas melalui surat resmi, Rabu (4/11/2026).
Kasat Narkoba Polres Jayapura, Iptu Daniel Ohei, menjelaskan bahwa dalam pemeriksaan tersebut petugas menemukan sejumlah HP serta ganja. Namun, hingga razia berlangsung, pemilik ganja belum diketahui karena tidak ada warga binaan yang mengakuinya.
Barang bukti ganja seberat 1,48 gram tersebut masih diamankan untuk kepentingan penanganan lebih lanjut.
Terkait kemungkinan masuknya ganja ke dalam lapas, Daniel menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan pihak lapas, terdapat dugaan barang terlarang dilempar dari luar pagar ke dalam area lapas. Meski demikian, jalur masuk dan pihak yang bertanggung jawab masih perlu dipastikan.
Pemeriksaan rekaman kamera pengawas atau CCTV juga belum dilakukan dalam kegiatan tersebut. Razia saat itu masih berfokus pada pemeriksaan bersama di dalam lapas.
Sementara itu, Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Jayapura, Jimreves E. S. Muloke, menjelaskan bahwa pengawasan di lingkungan lapas menghadapi kendala keterbatasan jumlah personel. Menurutnya, dengan jumlah warga binaan sekitar 726 hingga 727 orang, petugas yang berjaga hanya berkisar delapan sampai sepuluh orang.
Kondisi tersebut membuat petugas harus membagi pengawasan ke sejumlah titik yang telah ditentukan, disertai patroli secara berkala. Akibatnya, ketika terjadi pelemparan barang dari luar pagar di titik yang sedang tidak dijaga, barang tersebut berpotensi lolos dari pengawasan.
Pihak lapas menyebut beberapa kali menemukan barang yang diduga dilempar dari luar pagar. Area belakang lapas yang berdekatan dengan akses jalan serta sisi dekat gereja disebut sebagai beberapa lokasi yang memungkinkan terjadinya pelemparan.
Temuan ganja dan telepon genggam ini menjadi perhatian terhadap pengawasan keamanan di dalam lapas, terutama untuk mencegah masuknya barang terlarang yang berpotensi disalahgunakan oleh warga binaan. (Cornelia)




























































































