JAYAPURA, HarianTerbaruPapua.com – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Papua resmi dibuka di Halaman Masjid Agung Al-Aqsha Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (14/7/2026). Kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari kabupaten dan kota se-Papua ini menjadi momentum memperkuat pembinaan generasi Qur’ani sekaligus mendukung terwujudnya visi Papua CERAH (Papua Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni).
Mewakili Gubernur Papua, Wakil Gubernur Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, membuka MTQ XXXI secara resmi. Hadir pada kesempatan ini Bupati Jayapura, Yunus Wonda, para kepala daerah, jajaran Forkopimda, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Klemens Taran, Ketua LPTQ Provinsi Papua H. Umar Ugar dan jajaran pengurus, pimpinan Bank Papua selaku sponsor utama, Ketua Umum Panitia Pelaksana sekaligus Plt. Sekda Kabupaten Jayapura, Yusuf Yambe Yabdi, pimpinan perangkat daerah, tokoh agama, dewan hakim, serta seluruh kafilah peserta.
Membacakan sambutan Gubernur Papua, Wakil Gubernur Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen mengatakan MTQ bukan sekadar ajang perlombaan membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi menjadi wahana pembinaan karakter umat sekaligus penguatan nilai-nilai spiritual dalam pembangunan daerah.
Pembangunan Papua tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik dan ekonomi, tetapi juga harus berjalan seiring dengan pembangunan mental, spiritual, dan karakter masyarakat. Karena itu, penyelenggaraan MTQ memiliki arti strategis dalam mendukung terwujudnya visi Papua CERAH, ujarnya.
Menurut Aryoko, nilai-nilai Al-Qur’an mengajarkan keimanan, persaudaraan, toleransi, dan kedamaian yang sangat dibutuhkan dalam menjaga harmoni di tengah keberagaman Papua.
Senada dengan itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Pdt. Klemens Taran, menegaskan bahwa MTQ merupakan media dakwah dan syiar Islam yang bertujuan membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat.
Ia mengatakan keberhasilan MTQ tidak hanya diukur dari lahirnya para juara, tetapi dari tumbuhnya kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an serta lahirnya generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, memiliki wawasan kebangsaan, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.
Generasi Qur’ani tidak cukup hanya mampu membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga dituntut memiliki kemampuan beradaptasi dengan perubahan, bijak memanfaatkan teknologi, serta menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menyaring informasi, membangun etika digital, dan menghadirkan konten-konten yang membawa kedamaian, persaudaraan, serta kemaslahatan bagi masyarakat, kata Klemens, selaras tema MTQ XXXI Papua kali ini.
Ketua LPTQ Provinsi Papua, H. Umar Ugar, menambahkan bahwa MTQ memiliki makna strategis dalam mendukung transformasi Papua menuju masyarakat yang cerdas, sejahtera, dan harmonis. Menurutnya, LPTQ berkomitmen memperkuat pembinaan Tilawatil Qur’an secara berkelanjutan sehingga MTQ tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi proses melahirkan generasi Qur’ani yang mampu berkontribusi bagi pembangunan Papua.
MTQ bukan sekadar perlombaan membaca atau menghafal Al-Qur’an. MTQ adalah media dakwah, pendidikan, pembinaan karakter, sekaligus sarana memperkuat persaudaraan masyarakat Papua yang hidup dalam keberagaman, ujar Umar.
Sementara itu, Bupati Jayapura, menyampaikan selamat datang kepada seluruh kafilah yang datang dari berbagai kabupaten dan kota. Ia menegaskan Kabupaten Jayapura berkomitmen menjadi tuan rumah yang baik dengan menjunjung tinggi semangat kebersamaan di tengah keberagaman.
Menurutnya, penyelenggaraan MTQ merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penghayatan dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an.
Di Kabupaten Jayapura tidak ada perbedaan karena agama, suku maupun ras. Kita semua adalah anak bangsa yang memiliki hak yang sama. Semangat inilah yang menjadi landasan visi kami, yaitu Kasih Mempersatukan Perbedaan, katanya.
Bupati juga berharap MTQ mampu melahirkan generasi Qur’ani yang adaptif menghadapi perkembangan digital tanpa meninggalkan nilai-nilai agama.
Bupati Jayapura juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua, Bank Papua, Forkopimda, LPTQ, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, panitia pelaksana, serta seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya penyelenggaraan MTQ XXXI Tingkat Provinsi Papua di Kabupaten Jayapura.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia MTQ XXXI Tingkat Provinsi Papua sekaligus Plt. Sekretaris Daerah Kabupaten Jayapura, Yusuf Yambe Yabdi, melaporkan bahwa MTQ XXXI berlangsung pada 13–18 Juli 2026 di Kabupaten Jayapura dan diikuti 322 orang, terdiri atas kafilah dari delapan kabupaten/kota serta 58 dewan hakim. Sementara itu, Kabupaten Supiori belum dapat mengirimkan peserta pada pelaksanaan MTQ tahun ini.
Yusuf menjelaskan, MTQ XXXI akan menjadi ajang seleksi untuk menghasilkan qari, qariah, hafiz, hafizah, dan peserta terbaik yang akan mewakili Provinsi Papua pada MTQ tingkat nasional. Seluruh cabang perlombaan dipusatkan di sejumlah lokasi di Kabupaten Jayapura, termasuk Masjid Agung Al-Aqsha Sentani, Yayasan Insan Cendekia Waibu, SD YPKP 2 Sentani, Aula ITBKPP Sentani.
Penyelenggaraan MTQ XXXI Tingkat Provinsi Papua diharapkan tidak hanya melahirkan juara-juara terbaik, tetapi juga memperkuat syiar Al-Qur’an, mempererat persaudaraan antar kabupaten dan kota, serta membentuk generasi Qur’ani yang beriman, berakhlak mulia, dan mampu menjadi penggerak terwujudnya Papua yang Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni (Papua CERAH). (Rilis)

























































































