SUPIORI, HarianTerbaruPapua.com – Kapolres Supiori, Kompol. Frits Joni Erari melakukan tatap muka rutin bulanan bersama seluruh anggota Bhabinkamtibmas yang ada di Polres Supiori, usai apel pagi di mako Polres Supiori, Senin (21/9/2026).
“Ini merupakan pertemuan rutin bulanan saya dengan seluruh anggota Bhabinkamtibmas kami di Polres Supiori,” ucap Kapolres Supiori.
Pertemuan ini Kapolres membahas dan mengevaluasi beberapa hal penting yang selalu dikerjakan oleh para anggota bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing.
“Dalam pertemuan ini kami membahas beberapa hal penting terkait kerja-kerja anggota bhabinkamtibmas kami diwilayah kerja mereka masing-masing,” sahut Kapolres.
Salah satu hal penting yang dibicarakan adalah masalah isu karhutla yang marak dan sedang terjadi diseluruh wilayah Indonesia termasuk Papua khususnya Biak dan Supiori.
“Dari beberapa hal yang kami bicarakan, masalah karhutla juga kami bahas dalam pertemuan ini bersama seluruh anggota bhabinkamtibmas kami,” kata Kompol. Frits Joni Erari.
Masalah karhutla ini menjadi sangat penting bagi kami untuk membantu mengingatkan masyarakat diseluruh wilayah Supiori agar tidak membakar sampah maupun lahan perkebunan dengan sembarangan karena saat ini kita masih diperhadapkan dengan cuaca panas dan musim kemarau yang cukup panjang.
“Saya sudah menegaskan kepada 45 anggota Bhabinkamtibmas kami bahwa tetap jalankan tugas seperti biasa, namun saat ini kita perlu lebih Mengedukasi atau mengingatkan masyarakat tentang bahayanya masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ini. Meskipun Kabupaten Supiori saat belum terlalu berdampak masalah karhutla tapi kami pihak kepolisian akan terus mendampingi masyarakat untuk lakukan langkah-langkah pencegahan karhutla diseluruh wilayah di Supiori,” tegas Kapolres Supiori
Kompol. Frits Joni Erari berharap dengan adanya fokus pihak kepolisian untuk pencegahan masalah karhutla ini, seluruh pihak baik Pemerintah Daerah maupun pihak-pihak lain dan juga elemen masyarakat dapat bekerja sama untuk pencegahan masalah kebakaran hutan dan lahan jangan sampai terjadi dengan skala besar di Kabupaten Supiori ini. (Redaksi)



























































































